Sistem keamanan
secanggih apapun belum bisa menghentikan aksi seorang hacker. Hal ini
terbukti dengan aksi pembobolan yang menimpa komputer miliki kantor
militer Gedung Putih.
Pihak Gedung Putih pun telah mengkonfirmasi adanya penyerangan cyber
tersebut. Dalam sebuah wawancara dengan Politico, juru bicara Gedung
Putih mengungkapkan bahwa hacker yang bertanggung jawab atas insiden
tersebut berasal dari Cina.
Dalam wawancara tersebut, pihak Gedung Putih juga mengatakan bahwa tidak ada data yang hilang. Juru bicara tersebut juga mengungkapkan bahwa hacker tersebut tidak bersaha untuk membobol berbagai sistem rahasia di dalam komputer. Selain itu, pihak Gedung Putih juga telah ‘mengisolasi’ serangan tersebut.
Pihak Gedung Putih mengatakan bahwa asal mula serangan tersebut
terjadi karena adanya human error. Hacker tersebut menggunakan metode
phising dengan mengirim email. Dalam email tersebut, hacker tersebut
memberikan sebuah link atau attachment yang selanjutnya akan membuka
jalan hacker untuk menyerang komputer.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar