Rabu, 09 Januari 2013

Tips Agar Lebih Intim Dengannya


Tips Agar Lebih Intim Dengannya
Terdapat banyak kekeliruan mengenai keintiman, apa sebenarnya keintiman itu, dan bagaimana cara menimbukan keintiman. Ada pasangan yang telah menikah selama bertahun-tahun yang mungkin dekat secara fisik, tetapi tidak tahu bagaimana untuk menjadi intim secara emosional. Kata intim berhubungan dengan privasi dan kepentingan Anda. Biasanya orang-orang berpikir bahwa keintiman berarti berbagi informasi pribadi atau melakukan hubungan Seks.

Keintiman yang sebenarnya jauh lebih dalam lagi. Ia membuat Anda merasa puas, berkuasa, utuh, tenang, hidup, dan bahagia. Ia mengubah dan membuat Anda semakin dewasa. Kedekatan fisik, Seks, dan romansa sangat penting bagi sautu hubungan, tetapi keintiman emosional menghidupkannya kembali.

Prasyarat yang diperlukan
Keintiman membutuhkan kepercayaan dan keamanan untuk merasa cukup bebas untuk melepaskan diri Anda sendiri dan bersikap apa adanya. Anda perlu menyadari pengalaman batin Anda dan memiliki keberanian dan keterbukaan untuk berbagi apa yang Anda rasakan dengan seseorang yang juga berbagi perasaan yang intim dengan Anda. Berikut adalah komposisi yang diperlukan:

1.     Keamanan
2.    Kepercayaan
3.    Kesadaran diri
4.    Kehadiran
5.    Keterbukaan
6.    Keberanian
7.    Harga diri
8.    Kemandirian
9.    Kebersamaan

Harga diri menyebabkan Anda bersikap terbuka dan blak-blakan. Semakin tinggi harga diri Anda dan semakin Anda bisa dipisahkan dan bersifat mandiri, semakin besar pula kapasitas kedekatan dan keintiman Anda. Bahkan, terdapat beberapa tingkatan keintiman.

Pada tingkat pertama, Anda berbagi informasi tentang diri Anda sendiri. Informasi tersebut bisa saja mengenai hal-hal yang Anda anggap privasi atau hanya diketahui oleh keluarga Anda. Banyak orang yang tertarik pada orang asing dengan sangat cepat. Mereka rindu untuk bersatu demi merasa utuh, dengan harapan bahwa sebuah hubungan akan meningkatkan harga diri mereka dan membahagiakan mereka.

Penelitian menunjukkan bahwa bahkan orang asing yang saling berbagi informasi pribadi selama setengah jam bisa saling jatuh cinta jika mereka bertatap mata selama empat menit. (lihat pula http://www.youramazingbrain.org/lovesex/sciencelove.htm). Bagaimanapun, keintiman mereka tidaklah menyatu, melainkan hanya bertambah dekat.  Kodeponden (kelompok mayoritas di Amerika) bingung antara berbagi dan saling melekat dengan cinta dan keintiman yang sebenarnya.

Pada tingkat kedua, yang umum pada suatu hubungan yang dekat, Anda berbagi perasaan – perassan mengenai segala sesuatu dan setiap orang, kecuali perasaan tentang diri Anda sendiri atau terhadap satu sama lain atau terhadap apa yang sedang terjadi saat itu. Sebagian besar orang menganggap hal ini sangat intim, dan pada tingkat keintiman ini – atau malah lebih cepat – pasangan mulai melakukan hubungan Seks.

Anda mungkin menceritakan perasaan Anda mengenai pekerjaan, keluarga, atau seorang mantan, contohnya, tapi ini tidaklah sama dengan memberitahukan perasaan mengenai diri Anda sendiri, jadi tidak banyak risiko yang ada. Hubungan Seks pada tingkatan ini tidak akan membuat Anda merasa lebih dekat dan bisa digunakan untuk menghindari keintiman. Bukannya merasa aman dan dekat setelahnya, Anda malah bisa merasa lebih hampa dari sebelumnya. Keintiman yang sebenarnya membutuhkan kepercayaan yang datang dari mengenal pasangan. Jarang sekali Anda bisa mendapatkannya dari seseorang yang baru saja Anda kenal. Anda bisa saja memberitahu orang asing yang Anda temui di pesawat mengenai diri Anda, tetapi tidak dengan membuka apa yang Anda pikirkan mengenai dirinya dan diri Anda sendiri, yang mana termasuk tingkat keintiman yang lebih tinggi.

Pada tingkat ketiga, Anda menjadi semakin terbuka dan mulai menceritakan perasaan terhadap diri Anda sendiri. Hal ini sangatlah intim bagi kebanyakan orang, tetapi masih kekurangan beberapa element keintiman yang sebenarnya. Anda tidak mengekspos perasaan yang lebih mendalam karena mungkin saja mereka tidak sejalan dengan apa yang sedang terjadi, atau mungkin saja ada kekurangan pada kebersamaan. Contohnya, Anda bisa mengatakan bahwa Anda merasa bangga, bersalah, atau malu akan sesuatu. Ketika perasaan tersebut adalah perasaan negatif, ada ketakutan yang lebih besar akan penolakan, jadi keamanan yang lebih besar akan diperlukan. Terkadang, Anda bisa saja membagikan kenyataan dan perasaan tentang diri Anda yang sifatnya negatif ketika bertemu atau berkencan dengan seseorang untuk pertama kalinya.

Biasanya hal itu terjadi bukan dalam konteks keintiman dan dilakukan dengan tujuan untuk menjauhkan diri Anda atau melihat apakah orang itu masih ingin mendekati Anda. Contoh lain yaitu mengungkapkan perasaan Anda pada orang asing yang tidak akan Anda temui lagi di sebuah pameran atau pesawat. Risiko yang ada sangat kecil, karena Anda tidak menginvestasikan apapun pada hubungan tersebut.

Pada sebagian kodeponden, seseorang bertindak sebagai pendengar dan yang lain bercerita mengenai perasaannya tentang sebuah masalah. Mendengarkan penderitaan dan masalah satu sama lain mungkin akan terasa intim, tetapi penguasaan selalu mengabaikan kemandirian dan perbedaan orang lain. Ia kekurangan kebersamaan dan dikenal juga sebagai keintiman yang palsu.

Resep untuk Keintiman yang Sebenarnya
Keintiman yang sebenarnya memerlukan kemurnian yang melibatkan kejujuran pada momen tersebut. Ini bukan mengenai berbagi masa lalu atau masalah Anda, melainkan perasaan mengenai diri Anda sendiri, mengenai apa yang sedang terjadai saat ini, atau perasaan terhadap orang yang sedang bersama Anda. Ada pendekatan yang ampuh untuk ini. Pemikiran dan penilaian Anda bukanlah perasaan. Untuk dapat terhubung dengan perasaan yang jujur dan murni pada momen tersebut, Anda memerlukan kehadiran dan kesadaran.

Anda memerlukan harga diri untuk merasa aman akan diri Anda sendiri, yang mana akan memunkinkan Anda untuk bersikap tulus tanpa ketakutan akan penilaian atau penolakan. Mengatakan “Saya mencintaimu”, jika tidak dikatakan dengan tulus, bisa jadi malah lebih tidak intim dari mengatakan “Saya tidak mencintaimu”. Ketika Anda menutupi suatu kebenaran, Anda melewatkan pengalaman keintiman yang indah, yang bisa saja cukup spiritual. Keberanian sangatlah diperlukan, terutama ketika Anda mengungkapkan sesuatu yang mungkin saja menjauhkan Anda dari orang lain. Efek yang sebaliknya justru akan terlihat, kecuali jika Anda memang ingin mengakhiri suatu hubungan. Orang-orang akan tahu bahwa mereka bisa mempercayai lebih dalam kejujuran dan hubungan Anda.

Daripada berusaha menyatu dan berpura-pura mengenai tidak adanya perbedaan hanya untuk merasa diterima, Anda seharusnya menyadari bahwa Anda dan pasangan Anda adalah dua individu dewasa terpisah yang berusaha menghubungkan pengalaman batiniah Anda dan menghormati perbedaan yang ada. Karena itulah ada kemandirian. Anda harus tahu bahwa Anda bisa bertahan sendirian. Jika Anda terlalu takut akan kehilangan suatu hubungan atau malah diri Anda sendiri dalam hubungan tersebut, Anda akan menjaga seberapa banyak yang Anda ungkapkan.

Kesimpulannya, komunikasi intim berbeda-beda sesuai tingkatan keintiman Anda. Tetapi keintiman yang paling dalam akan memerlukan :

1.    Ekspresi murni dari perasaan yang dalam, bukan hanya fakta.
2.    Perasaan yang hadir.
3.    Penghargaan atas perbedaan masing-masing.
4.     Perasaan mengenai diri Anda sendiri dan pasangan Anda.

Jika Anda ingin mencobanya tetapi tidak memahami caranya, mulailah dengan memberitahu pasangan Anda bahwa Anda ingin merasa lebih dekat, tetapi Anda tidak yakin harus mengatakan apa dan bagaimana cara mengungkapkannya. Jika Anda mengakui hal ini ketika Anda merasakannya, itu akan menjadi sebuah pengakuan yang murni dan awal dari keintiman.

Anda, Siap untuk menjadi lebih intim dengannya?

Tidak ada komentar:

Posting Komentar